Sabtu, 13 April 2013

Cerita Pijat Pasutri

Bali adalah daerah yang akan menjadi tujuan liburan kali ini. Disinilah cerita panas yang sangat seru terjadi. Istriku memang dari dulu ingin melakukan fantasi pesta seks.
Sejak merapat di dermaga Gilimanuk, Anna istriku berulang ulang mengeluhkan badan nya pegal pegal setelah kami habiskan hampir enambelas jam perjalanan menggunakan Terios tosca kami. Aku hanya bisa menenangkan dirinya dengan memohonnya untuk sedikit bersabar karena perjalanan menuju Denpasar tinggal beberapa jam lagi.
“ Papa sih! Diajak naik pesawat aja ngga mau….!!!” Omelnya sembari menciutkan wajahnya yang cantik.
“ Sorry Say… aku hanya berpikir eman eman mesti membuang buang duit buat tiket pesawat…. Juga mesti sewa mobil ….khan uangnya bisa kita pake buat yang lain biar kita bisa menikmati liburan kita sepuas puasnya…..” Jawabku mencoba menetralisir.
Ia mengehela napas panjang. Terasa sekali atmosfir kekesalan dan kejenuhannya.
Kemudian ia meraih tas tangannya yang diletakkan di jok belakang yang kosong. Ia mengeluarkan sebungkus rokok LA light menthol kegemarannya. Ia kuakkan sedikit jendela mobil sekedar cukup membuang asap rokoknya.
“ Papa nanti mesti carikan pemijat nih!!!” ujarnya ketus dengan muka yang masih ditekuk.
“ Ya…ya …” jawabku sembari melempar sebuah senyum mesra padanya.
Anna tidak menggubris malahan ia memalingkan wajahnya kearah kiri. Ia lebih memilih melayangkan pandangannya pada panorama senja yang kami lalui. Juga pura pura kecil yang berjajar disepanjang perjalanan itu. Tepat jam tujuh waktu setempat, kami masuk ko ta Denpasar. Langsung kugiring Teriosku kesebuah hotel yang telah kupesan lewat tele phone dikawasan Legian. Hotel berbintang tiga yang berdampingan langsung dengan pantai.
Sesampai dikamar, nuansa romantis pulau Bali sekonyong konyong menyergap sukmaku dan membangkitkan gairah untuk bercinta. Kulihat istirku sudah menanggalkan kaos you can see dan hotpansnya dan seperti akan menggantinya dengan sebuah gaun tidur. Ia berdiri membelakangi hanya berpenutup tubuh sebuah celana dalam krem berenda. Diusi anya yang ketigapuluh limaan ia masih memiliki bentuk tubuh yang sangat indah dengan tonjolan pantat yang berisi. Libidoku semakin naik keubun ubun saat menatapnya lebih lama sehingga tanpa bisa kutahan kudekati dirinya dan mencoba memeluknya dari arah belakang.
Kutempelkan bibirku pada tengkuknya sebagai pembuka ajakanku untuk bercinta. Tetapi Anna berusaha berkelit dan memaksakan diri memasang daster pada tubuhnya. Kucoba menahan tangannya sambil meneruskan ciuman ciumanku pada bagian bawah cuping teli nganya seperti yang biasa ia sukai, namun ia malahan bereaksi sebaliknya.
“ Papa aku mau mandi dulu!” protesnya seraya memutar badannya mengaha dap kearahku.
“ Ayolah Sayang! Aku sudah kebelet banget nih! “ rajukku sedikit memaksa.
Anna berusaha melepaskan diri lalu ngeloyor kekamar mandi meninggalkanku begitu saja.
“ Tadi Papa sudah janji nyarikan pemijat khan?” tagihnya.
Belum sempat aku menjawab ia sudah menyambung sebelum ia tutup pintu kamar mandi, “ selesai mandi pemijatnya harus sudah siap, Paaa!”.
“ Ya…ya….” Jawabku sedikit kesal juga karena ajakanku tidak diturutinya.
Kemudian kulangkahkan kaki menuju lobby hotel mencari info pemijat yang bisa aku sewa. Seorang receptionist perempuan menyambutku dengan sangat bersahabat.
“ Buat istri!” jawabku ketika ditanya siapa gadis yang membutuhkan jasa pemijat.
Perempuan itu menyodorkan sebuah album photo mempersilahkan aku untuk memilihnya
Kulihat album itu berisi foto beberapa lelaki muda berpostur atletis. Aku sempat ragu lalu kusodorkan kembali pada gadis itu.
“ Jangan ragu pak! Cowoq cowoq pemijat kami dijamin professional! Pasti istri bapak akan puas….” Ujarnya berusaha meyakinkanku.
“ Hah??? Puas??? Maksudnya????” tanyaku dalam hati.
“ Belum pernah menyewa yang beginiani, Pak?” sambung gadis itu dengan panda ngan matanya yang sedikit nakal.
Aku menjawabnya dengan sebuah gelengan kepala.
“ Jadikan ini sebuah kejutan buat istri bapak! Dijamin istri bapak pasti senang….” Ujarnya berusaha terus memaksakan tawarannya.
“ Cowoq cowoq kami dijamin “bersih” Pak! Jangan kuatir” celotehnya.
Aku jadi teringat kata kata istriku beberapa minggu saat kami nonton bokep.
“ Gimana rasanya di masukin kontol sepanjang itu ya Pa?”
“ Mestinya enak, Ma! Pingin nih?” godaku
“ kalau diijinin….” Jawabnya sangat lirih dan ragu ragu.
Ketika ku shrarekan dengan beberapa temen mereka pada menganjurkan mencoba pijat pasutri, kebanyakan sudah mencoba dan istri istri mereka jadi tambah cinta katanya. Akhirnya kuterima juga tawarannya hitung hitung sebagai variasi demi membahagiakan istri sendiri sekalian buat membutikan omongan temen temen.
Kutinggalkan lobby setelah kupilih seorang lelaki yang kuanggap memenuhi selera istri ku tercinta. Lelaki ganteng type bule dan berperawakan tinggi besar. Ketika sampai dikamar kulihat istriku sudah selesai mandi dan sedang merias wajah didepan kaca rias, dengan hanya melilitkan sebuah handuk ditubuhnya yang sintal.
“ Sudah dapat pemijatnya, Pa?” tanyanya sepontan.
“ Ya…Tunggu sebentar……” jawabku sambil berjalan menuju sofa.
“ Milih yang pijatannya enak khan Pap? Tidak kasar….tapi kuat?”
“ Ya…lembut mainnya tapi kuat sodokannya, aku paham koq seleramu, Mam! Pasti deh kamu puas……”
“ Maksud Papa???” tanyanya sambil memelototkan mata dipenuhi tanda tanya.
“ Maksudku….. jadi lega gitu loh. Ma…” kucoba memperhalus.
Kunyalakan tivi lalu ngobrol santai di sofa. Sekitar lima menit kemudian, terdengar pintu diketuk. Akupun bangkit. Seorang lelaki muda bertubuh tegap dengan tinggi sekitar seratus delapanpuluhan centi telah berdiri disana. Ia tersenyum sangat ramah dan sangat bersahabat. Wajah dan postur tubuhnya tidak berebeda jauh dengan fotonya tadi.
“ Malam Oom! Saya Nicko… Massuerboy yang Oom pesan tadi” sapanya sopan.
“ Oh! Malam! Yuk Masuk!”
Lelaki itupun dengan sangat sopan melangkah masuk. Ia melayangkan pandangannya kearah istriku sembari melemparkan senyum.
“ Ini Nicko, Mam! Pemijat yang Papa pesan….” Kataku memperkenalkan setelah kami bergabung. Keduanya bersalaman dan Nicko mencium tangan istriku dengan mesra.
“ Senang sekali bisa bertemu bidadari sesexy dan secantik Anda…..” katanya men coba menebar rayuan maut.
Kulihat istriku tersipu malu sekaligus bangga mendengar pujian dari lelaki ganteng yang belum dikenalnya. Ia melirik kearahku dengan tatapan bingung, seakan meminta penje lasan arti semua ini.
“ Malam ini kita coba variasi yang lain ya, Mam?” sahutku sembari mengerling penuh arti. Istriku hanya bisa memandangiku dengan bengong.
“ Bagaimana Tante cantik? Apa bisa kita mulai pemijatan sekarang?” usul Nicko menawarkan diri.
“ Ayolah Mam! Nikmati aja!” ujarku menyemangati sambil menarik tangannya la lu membimbingnya keranjang. Anna akhirnya mau merebahkan diri menelungkup diran jang dengan berbalut sebuah handuk mandi. Ia terus memandangiku dengan tatapan yang sama. Kubelai belai rambutnya sambil mengatakan,” it’s okey Dear! Let it be…..!”.
Nicko lebih dahulu menuangkan minyak khusus ditelapak tangannya lalu ia lumurkan pa da kedua tungkai kaki Istriku. Setelah terlumasi dengan sempurna Nicko mulai memijit diawali dari telapak kakinya Dari olah tangannya terlihat pemuda itu benar benar profesio nal. Kutanyakan bagaimana pijatan Nicko, Anna jawab sangat enak. Tangan lelaki itu kini digeserkan semakin naik menjelajahi betis dan paha istriku yang mulus terawat.
Sedang asyik asyiknya memandangi aku dikagetkan suara dering ponselku yang kuletak kan diatas meja rias. Dari big boss ternyata. Sialan bener! Masak ngegaggu saat liburan seperti ini.
“ Sorry Dani! Terpaksa gua telephone elu! proporsal pengajuan proyek “ Mega Dip” ( Maksudnya proyek pembangunan apartemen mewah di jalan Diponegoro )nya apa udah elu e mail ?”
“ ya… ya pak! Sejak kamis lalu….” Jawabku seraya melangkah keluar menuju ke teras balkon agar tidak mengganggu Ana yang lagi menikmati pijatan Nicko.
Lebih dari seperempat jam kuhabiskan waktu berdikusi dengan big boss hingga beliau puas dengan keteranganku karena proyek yang sedang kami tangani saat itu memang ber- nilai sangat besar.
Ketika aku kembali masuk kekamar, aku sempat merinding juga menyaksikan tubuh istriku yang telah dalam keadaan telanjang bulat dalam posisi telungkup sedang diurut urut tangan lelaki itu dibagian pundak dan punggungnya. Handuk yang tadi dililitkan ditubuhnya kini tampak tergolek begitu saja dikarpet seperti habis dilemparkan.
Sementara itu pemuda itupun telah melepas pakaiannya dan hanya menyisakan celana dalamnya saja. Lelaki itu kelihatan sangat terangsang menyaksikan kemolekan tubuh telanjang istriku yang sedang dipijitnya. Otot diselakangannya tampak menonjol dari ba lik celana dalamnya yang ketat dalam kondisi yang sudah sangat tegang. WOW! Sangat panjang barangkali delapan sampai duapuluhan centi.
Kudengar Anna mulai mendesah pelan ketika tangan Nicko mendarat pada bongkahan pantatnya. Tangan itu terus meremas remas dengan tehnik tertentu yang kelihatan sangat nyaman rasanya. Sesekali ia sengaja di plesetkan tangannya kebawah hingga menyentuh bibir kemaluan istriku. Berulang ulang itu dilakukannya sampai Anna harus mengangkat angkat pinggulnya saking geregetan. Nicko benar benar pria yang luarbiasa dalam mensti mulasi birahi wanita. Terdengar berulang ulang erangan nikmat Istriku sembari membe namkan mukanya dalam dalam pada bantal.
Suatu saat Nicko memintanya berbalik. Istriku menurut saja dan tidak mempedulikan ke hadiranku lagi. Dirinya seperti sudah terhipnotis kemampuan lelaki itu.Ia terlentang deng an sangat pasrah terlihat seperti sangat mengaharapkan pemuda itu meningkatkan level kenikmatan yang diberikanya. Nicko mendaratkan telapak tangannya di seputar payuda ranya yang montok dan kencang.
“ Buahdada Tante sangat merangsang…….” Rayu Nicko sambil mulai memain-kan jari jari ajaibnya.
Seluruh dada istriku tampak mengkilat dilumasi minyak yang sangat bening Sampai pada putingsusunya yang mulai mengeras dan mendongak. Terlihat begitu merangsang! Dan
Nicko terus menggerakkan jarinya naik turun memutar mutar laksana pemain iceketting yang tengah meluncur luncur diatas hamparan es yang licin. Pemuda itu benar benar hebat dalam mengexplorasi kenikmatan diseputar payudara Istriku. Anna memejamkan mata, mendongakkan kepala, dan mengangakan mulutnya sangat menikmati setiap sentuhan Nicko.Kini pemuda itu bergerak turun melintas diperut lalu bulu bulu lebat didaerah segitiga dan daerah lipatan paha. Ana semakin kelonjotan didera birahi. Ia menggerinjalkan badannya sembari melenguh nikmat tatkala Nicko sesekali meraba bibir vaginanya.
Berkecamuk dalam diriku antara perasaan cemburu dan nafsu. Disuatu saat aku ingin menghentikannya namun disaat lain aku lebih suka menonton. Namun setiap kali kulihat ekspresi kenikmatan istriku rasa cemburu dan tidak nyaman itu berangsur berubah karena aku sebagai suami merasa bisa memberinya kado yang sangat istimewa. Apalagi saat me ndengar setiap desahan erotisnya yang sungguh merangsang kelelakianku membuat aku lebih memilih ikut menikmatinya.
Suatu saat saking tidak tahan lagi oleh dorongan nafsu sexual dalam dirinya, Anna menju lurkan tangan meraih kepala Nicko lalu ditariknya kebawah menuju selakangannya yang telah dibuka lebar lebar.
“ Sekarang cumbuin aku, Nickkk!!!: pintanya dengan suara yang gemetaran mena han gairah yang siap meledak kapanpun.
Liang vaginanya terlihat sangat basah dipenuhi lendir asmara. Bibir vaginanya telah mere kah bak kuncup bunga yang sedang mekar. Nicko langsung menjawab undangan cinta Istriku.Ia benamkan muka diselakangan istriku. Mengendus enduskan sejenak ujung hi-dungnya yang mancung pada bulu bulu kemaluan yang dibiarkan tumbuh lebat. Nicko menjulurkan lidah kemudian mulai melumat liang berlendir itu penuh nafsu. Anna meng gelinjang gelinjang bak cacing kepanasan disertai desahan desahan yang membangkitkan nafsu. Ia benar benar sedang mabuk birahi.
Kuputuskan untuk ikut bergabung dengan menghampirinya.Kubenamkan wajah pada be-lahan buahdadanya yang montok. Kuciumi dan kujilati dengan sangat bernafsu.
“ Nick….Oh! Nick! Masuki aku sekarangg…..ohhhh!” seru Istriku.
Nicko langsung bereaksi. Ia tarik lepas celana dalamnya mengeluarkan magnum laras pan jangnya lalu menggiringnya ke liang syahwat Istriku yang sudah menunggu dimasukinya. Kemudian ia dorong hingga terbenam seluruhnya, “ BLESHHHH!”.
“ Ahhkgggggggg!……….” pekik Anna saat G spotnya tertubruk ujung penis Nicko.
Nicko mulai dengan tusukan tusukan yang perlahan tapi dalam yang terus menyodok tonjolan G spotnya kemudian ia gerakkan batang kemaluannya keluar masuk dalam ira-ma yang tetap. Aku masih mengulum dan menghisapi puttingsusunya. Sesekali kugigit gigit lembut. Serangan kami berdua benar benar tepat sasaran. Anna tampak semakin te-rangsang dan mendekati puncak tertingginya. Tiba tiba Nicko mempercepat dan memper kuat sodokannya Istriku menggelinjang gelinjang histeris hingga kedua buahdadanya ik-ut terpental pental naik turun.
Sampai akhirnya,……… Anna menjerit panjang ketika mencapai klimaks “Aaaaaaaaaa aaa…..gggghh……………!”.
Setelah mereda Nicko mencoba memanaskan kembali gairah Istirku dengan menjilati kembali vaginanya Sementara itu aku sudah sedemikian terangsang. Kubuka celana lalu kusodorkan batang kemaluanku yang sudah sangat tegang kemulut Istirku. Anna menyambutnya dengan sangat bersemangat lebih dari biasanya. Ia jilati seluruh dengan sangat mesra. Kemudian ia masukkan kedalam mulutnya. Kupejamkan mataku ketika ia mengeluar masukkannya sambil sesekali menyedot dengan kuat.
Tidak lama gairah Istirku telah kembali menyala. Ia meminta Nicko menyetubuhinya lagi sementara mulutnya mengulum batang kemaluanku. Kali ini Nicko langsung menyerbu dengan sodokan sodokan yang cepat. Saking semangatnya hingga kantung zakarnya menepuk nepuk selakangan Istriku dan menimbulkan bunyi yang cukup keras,…………..
……… “ Plok! PLok! Plok!”.
Selang beberapa menit tubuh Istriku terasa mengejang. Perutnya tampak bergetar hebat. Dan lewat sebuah pekikan panjangggg ia sambut klimaks keduanya, “ Aaaaarrrrghhhhhh hhhhhhhhhhhh……………………!!!”. Matanya terbeliak beliak seperti sedang tersengat berjuta juta volt kenikmatan
Sejenak kemudian ketegangannya mereda. Nicko turun dari tubuh Istriku penisnya masih tampak menegang dan belum ejakulasi. Ia memberiku giliran untuk menyetubuhi Istriku yang cantik. Kurengkuh tubuhnya lalu kutelentangkan ditepi ranjang. Kurentangkan ke dua kakinya lebar lebar hingga muncul liang syahwatnya yang terlihat melongo sehabis dijejali kemaluan Nicko.Sisa sisa lendir orgasmenya yang berwara putih kental meleleh di bawah celah itu. Persis seperti setangkup burger bermayonness. Pemandangan itu membangkitkan rasa lapar birahiku. Dengan gemas kulesakkan batang kemaluanku kedalam liang kenikmatannya, “ BLESHHHH!!!!”. Kemudian kukayuh pinggul maju mundur dengan kuat dan tempo yang cepat.
Sementara itu Nicko telah menempatkan dirinya disamping Istirku dan menyodorkan ba tang kemaluannya. Anna meraup dengan sepontan dan menyambutnya dengan jilatan jila tan yang rakus. Nicko mengulurkan tangannya kearah selakangan Istirku. Ia gunakan jari tengahnya untuk menggesek kelentit Istirku sementara aku menggejot liangnya penuh nafsu. Anna melengkungkan punggungnya penuh rasa nikmat. Berulang ulang ia meng erang memintaku agar memperkuat tusukanku dan meminta Nicko mempercepat gosokannya. Tak lama Anna terasa mengejankan tubuhnya disertai jeritan penuh kepu asan. Dinding dinding dalam vaginanya terasa mencengkeram kuat kuat batang kemalu anku!.
Beberapa detik………….
Sampai lendir orgasmenya memancar keluar dan membasahi seluruh batang kemaluanku.
Kami berganti posisi lagi. Aku duduk ditepi ranjang sedang Anna membungkuk tepat di depanku dan menggenggam erat batang kemaluanku. Ia menjilat, mengulum, menghisap dan menggosoknya dengan cepat. Nicko menghampiri pinggul istriku yang menungging menghadap kearahnya. Matanya melotot menatap bongkahan indah vagina yang menyem bul tepat dibawah belahan pantat. Ia merendahkan tubuhnya lalu melumat vagina Istriku dari belakang. Setelah memastikan segalanya siap kembali Nicko menyodok vagina Istri ku dari arah belakang. Ia membombardir dengan tusukan tusukan yang kuat dan sangat ce pat. Kuselipkan tangan pada selakangan Istriku menggelitik kelentitnya.
Anna memeluk pinggangku dengan kuat sambil membenamkan mukanya diselakanganku setiap kali Nicko menghujamkan penis panjangnya sedalam dalamnya. Batang kemaluan ku yang ada dalam kuluman mulutnya terperosok lebih dalam hingga menyentuh pangkal lidahnya setiap kali Nicko mendorong kuat kedepan.
“ Ya….ya…. lebih kuattttt! Lebih kuattttt!…………” cercau Istriku memberi sema-ngat.
Dan suatu kali kembali Anna mengejang!. Sedangkan Nicko masih terus menyerbunya de ngan ganas. Anna menjerit sejadi jadinya sambil mengangkat pinggulnya saat dirinya dile cut orgasme yang keempat.Hampir bersamaan terdengar lenguhan keras Nicko. Ia hujam kan penisnya sedalam dalamnya menjelang ejakulasi. Selanjutnya dengan sangat cepat ia cabut menggenggamnya lalu memuntahkan spermanya pada celah pantat Istriku sambil menggeram bak seekor gorilla jantan yang menang dalam pertarungan.
Anna dengan sangat lahap kembali mengulum batang kemaluanku yang masih ada dalam gengamannya. Sedotan dan jilatannya yang ahli memojokkan dan memaksaku untuk sege ra menyerah. Tangannya kini ikut mengocok dengan sangat cepat
“ Ayolah Sayangggg! Semburkan manimuuu!…..” cercaunya.
Ia merancapiku semakin cepat…..menghisap semakin kuat!.Sampai akhirnya ujung penis ku menggeliat geliat!!!. Berkelonjotan sebentar kemudian menyemburlah cairan cintaku berulangkali dalam mulutnya. Kupejamkan mata dan menggeram sekeras kerasnya saat kurasakan Anna menyedot setiap pancaran maniku. Luar biasaaaaaaa…….
.
Setelah mereda kami bertiga menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sambil beren dam di bath tube yang sudah kami isi dengan air hangat. Anna bergelayut manja dipangkuan Nicko sedang aku duduk diseberang mereka. Sembari berendam kulihat mulut Nicko tidak mau lepas dari payudara Istriku. Lelaki itu agaknya sangat terobsesi dengan keseksian tubuh Istriku dan terus ingin menikmatinya. Anna membiarkannya bahkan tampak sangat menikmati. Kini keduanya tengah terlibat adu bibir saling mema gut dan saling menjilat penuh hasrat. Sementara itu tangan Nicko tanpa henti meremasi payudaranya.
Dengan posisi seperti itu memaksa Anna menunggingkan pinggulnya. Tepat menghadap kearahku. .Dapat kulihat celah vaginanya yang sangat menggoda. Merekah dan basah mengkilat oleh lendir. Kubasahi sebuah jari tengahku dengan ludah lalu kugelitiki kelen titnya lewat bongkahan pantatnya yang semok. Lendir birahi semakin banyak meleleh keluar membanjiri celah itu pertanda siap dimasuki.
“ Ayolah Pa…. masukin dong kontolmu!” pintanya dengan nada yang sangat man ja. Kubimbing batang kemaluanku lalu kumasuki liang syurganya dari arah belakang. sementara Istirku masih asyik berciuman dengan Nicko. Anna langsung mendesah erotis saat kugerakkan penisku keluar masuk. Vaginanya memang terasa sangat nikmat tidak berubah sejak pernikahan kami beberapa tahun lalu. Bahkan menjadi lebih nikmat dalam posisi doggy style seperti itu. Namun aku tidak mau cepat selesai dan cepat cepat ejakula si, sehingga kuputuskan untuk menarik tubuh Istriku keujung bak tanpa melepas batang kemaluanku dari vaginanya. Aku duduk dibawah sedang ia mengangkang diatas dalam posisi membelakangi . Ia kini yang aktif menggali kenikmatan dengan menggerakkan pinggulnya naik turun dengan giat. Kupegang kedua pinggangnya dengan mantap untuk menjaga kesetabilan dirinya yang terus bergerak dengan sangat liar diatas pangkanku. Nicko memilih menghisapi putingsusu Istriku dengan mulut dan menggelitiki kelentitnya dengan jari. Aku dan istriku terus saling membagi kenikmatan. sampai terdengar kembali jeritan kepuasan Istriku yang segera kususul dengan pancaran dahsyat didalam himpitan liang yang sarat dengan kenikmatan itu.
“ Crotttt! Crotttt! Crottt!………………..” sangat banyak yang kumuntahkan hingga meleleh keluar dari celah vaginanya.
Setelah selesai Nicko membantu membersihkan bagian intim Istriku dengan air bak yang hangat kemudian ia angkat tubuh bugil itu menuju kamar tidur. Aku mengganti air bak de ngan air baru lalu kupakai berendam untuk menyegarkan keletihanku. Kunikmati benar saat air hangat itu merayap keseluruh permukaan kulitku dan membuka simpul simpul ke letihanku. Sayup sayup kudengar rintihan erotis Istriku.
“ Eeeeeeghhh…… eeeeeghhh…..eeehhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhh…………….!”
Sialan! Rupanya Nicko tak mau merelkankan tubuh Istriku menganggur barang sejenak pun. Sejak kejadian itu, hubungan suami istri antara kami semakin harmonis. Memang dalam mencapai keharmonisan bisa dicoba jalan yang sedikit berliku, asal saling memahami satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar